JAMBI, Jambiwin.com – Kabar duka menyelimuti dunia pers dan seni di Provinsi Jambi. Sosok jurnalis senior yang dikenal humble dan multitalenta, Ade Ambon, telah berpulang ke Rahmatullah. Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam, tidak hanya bagi rekan seprofesi di Kabupaten Batanghari, tetapi juga bagi jajaran pejabat di tingkat Provinsi.
Almarhum Ade Ambon bukan sekadar wartawan biasa. Di mata rekan-rekannya, ia adalah “nyawa” dalam setiap pertemuan. Dikenal sebagai sosok yang selalu ceria, Ade Ambon memiliki kepiawaian dalam mencairkan suasana dengan humor-humor segarnya.
Tak hanya tajam dalam menulis berita, almarhum juga dikenal aktif sebagai seorang penyanyi. Suaranya yang merdu seringkali menghibur mitra kerja dan sahabat di berbagai kesempatan. Bakat seninya inilah yang membangun hubungan emosional yang kuat dengan siapa saja, melintasi batas profesi.
Rasa kehilangan ini turut dirasakan langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi, Ariansyah. Ia menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian jurnalis yang dianggapnya sebagai mitra sekaligus sahabat karib.
“Almarhum adalah sosok jurnalis senior yang sangat ramah dan humoris. Beliau selalu ceria dalam menjalankan tugasnya. Kami merasa sangat kehilangan sosok yang komunikatif dan penuh dedikasi seperti beliau,” ujar Ariansyah.
Di lingkungan Pemkab Batanghari, terutama di kalangan staf Humas seperti Diva, Ade Ambon sudah dianggap layaknya orang tua sendiri. “Om Ambon orang baik,” kenang Diva dalam unggahan emosionalnya, menggambarkan betapa sosok almarhum selalu menyempatkan diri menyapa dan mencari rekan-rekannya setiap kali berkunjung ke kantor.
Kepergian Ade Ambon menyisakan kekosongan di sudut-sudut ruang pers Batanghari yang biasanya riuh dengan canda tawa dan senandungnya. Selain dikenal sebagai wartawan yang humoris dan penyanyi yang menghibur, almarhum ternyata memiliki warisan digital yang sangat berharga bagi literasi sejarah daerah.
Ariansyah, memberikan apresiasi tinggi terhadap sisi lain almarhum yang sangat peduli pada peradaban. Melalui kanal YouTube Siginjai99 yang dikelolanya, Ade Ambon aktif mendokumentasikan jejak sejarah dan kebudayaan.
“Melalui channel Siginjai99 yang dibuat almarhum, beliau selalu berusaha mencari jejak sejarah dan peradaban. Konten-kontennya selalu mengedukasi bagi siapa saja yang menontonnya,” ungkap Ariansyah dengan nada penuh penghormatan.
Bagi Ariansyah, apa yang dilakukan Ade Ambon adalah bentuk pengabdian seorang jurnalis yang melampaui tugas pemberitaan harian. Almarhum menggunakan kemampuannya untuk memastikan generasi muda tetap mengenal akar sejarah dan budayanya sendiri.
Kombinasi antara sifat humoris, suara merdu sebagai penyanyi, dan ketekunan sebagai peneliti sejarah amatir membuat Ade Ambon menjadi sosok yang unik. Ia mampu mengemas informasi sejarah yang berat menjadi tontonan yang menarik dan mudah diterima masyarakat luas. “Beliau adalah pribadi yang paket lengkap. Ramah, humoris, seniman, dan juga seorang edukasi melalui karya-karyanya,” tambahnya.
Kini, meskipun sosoknya telah tiada, kanal Siginjai99 akan terus menjadi saksi bisu dedikasi Ade Ambon. Ribuan tayangan edukasi tentang peradaban Jambi akan tetap hidup dan bisa dinikmati, menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi almarhum. Keluarga besar jurnalis Batanghari dan Provinsi Jambi merasa sangat kehilangan sosok yang tidak hanya melaporkan peristiwa, tetapi juga mendidik hati dan pikiran melalui karya-karya visualnya.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Mari kita panjatkan doa terbaik untuk almarhum Ade Ambon. Semoga segala amal ibadahnya diterima, dosa-dosanya diampuni, dan pengabdiannya di dunia pers serta seni menjadi ladang pahala yang tak terputus. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan yang luar biasa. Selamat jalan, Sang Jurnalis sekaligus Musisi Kebanggaan. Tunai sudah tugasmu, beristirahatlah dengan tenang dalam senyum yang selalu engkau bagikan. (red)












