Tanjung Jabung Timur – Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang dijalankan SKK Migas bersama PetroChina International Jabung Ltd terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.
Salah satu manfaat tersebut dirasakan langsung oleh KUB Radesta yang berada di Kelurahan Rano, Kecamatan Muara Sabak Barat. Kelompok usaha yang bergerak di bidang kerajinan anyaman pandan ini kini mengalami peningkatan aktivitas produksi dan pemasaran setelah mendapatkan dukungan pembangunan rumah produksi dan pemasaran dari PetroChina.
Ketua KUB Radesta “Rano Desa Tercinta”, Lindawati, mengatakan perubahan fasilitas usaha tersebut membawa dampak besar terhadap perkembangan usaha dan peningkatan daya tarik konsumen.
“Kami sangat bersyukur sekali, karena bangunan usaha kami ini yang sebelumnya semi permanen berbahan papan yang sudah rapuh dan kurang menarik, sekarang setelah dibantu oleh PetroChina dengan bangunan baru berbahan keseluruhan beton, pintu rolling kaca dan memberikan nuansa yang menarik minat konsumen untuk datang kemari. Bangunannya kokoh dan sangat bagus dengan nama Rumah Anyaman Pandan,” ujarnya.
Rumah produksi tersebut dibangun dengan konstruksi beton berukuran 6×8 meter dan dilengkapi pintu kaca model rolling door serta area tambahan untuk penjemuran bahan baku. Lokasinya yang berada di jalur strategis Muara Sabak menuju Kuala Jambi menjadi nilai tambah dalam menjangkau konsumen dan memperluas pemasaran produk.
Selain pembangunan rumah produksi, PetroChina sebelumnya juga memberikan bantuan berupa peralatan kerja dan empat unit etalase untuk mendukung pemasaran hasil kerajinan kelompok usaha tersebut.
“Selain itu, PetroChina sebelumnya pun telah memberikan bantuan peralatan kerja dan juga empat buah etalase untuk memajang hasil kerajinan kelompok usaha kami. Kami sangat mensyukuri dukungan berkelanjutan ini. Bantuan tersebut sangat membantu meningkatkan produktivitas dan memperluas jangkauan pasar produk kerajinan kami ke depannya,” tambah Linda.
KUB Radesta sendiri telah berdiri sejak 2004 dan menjadi wadah bagi masyarakat setempat untuk mengembangkan kerajinan berbahan dasar daun pandan. Saat ini, kelompok tersebut memiliki 10 anggota aktif yang memproduksi berbagai jenis kerajinan seperti tas, tikar, dan souvenir khas daerah berbahan daun pandan.
Sebelum mendapatkan dukungan dari PetroChina, lanjut Linda, keterbatasan fasilitas menjadi kendala utama dalam pengembangan usaha. Kondisi bangunan yang kurang layak membuat produk kerajinan sulit dipromosikan secara maksimal kepada masyarakat luas.
“Dulu orang banyak tidak tahu ini tempat produksi kerajinan anyaman pandan. Sekarang, setiap hari ada saja yang singgah, baik sekadar melihat maupun membeli,” katanya.
Ia menilai, dukungan yang diberikan PetroChina tidak hanya meningkatkan omzet penjualan, tetapi juga memberikan motivasi baru bagi anggota kelompok untuk terus berkarya sekaligus menjaga keberlangsungan kerajinan tradisional daerah.
“Usaha kerajinan anyaman pandan ini akan terus kami kembangkan dan bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Saat ini, selain melayani pembelian langsung di lokasi, KUB Radesta juga mulai memanfaatkan platform digital dan media sosial untuk memperluas pemasaran produk hingga ke luar daerah.
Dengan dukungan berkelanjutan dari PetroChina serta peningkatan kualitas produk dan fasilitas usaha, KUB Radesta optimistis kerajinan anyaman pandan dapat terus berkembang menjadi sumber ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya lokal Kabupaten Tanjung Jabung Timur.(Edo)












