Film  

Kesan Nonton Tomorrow With You (2017): Ketika Mengetahui Masa Depan Justru Membuat Cinta Semakin Rapuh

Kesan Nonton Tomorrow With You (2017): Ketika Mengetahui Masa Depan Justru Membuat Cinta Semakin Rapuh
Kesan Nonton Tomorrow With You (2017): Ketika Mengetahui Masa Depan Justru Membuat Cinta Semakin Rapuh. Foto: Istimewa

FILM, Jambiwin.com – Tomorrow with You bukan drama time travel yang penuh misteri besar atau adegan spektakuler. Ia justru memilih jalan yang lebih tenang — lebih intim — lebih manusiawi.
Dibintangi oleh Lee Je-hoon sebagai Yoo So Joon dan Shin Min-a sebagai Song Ma Rin, drama ini menggunakan konsep perjalanan waktu sebagai alat untuk membedah satu hal yang sangat sederhana tapi kompleks: pernikahan.

Dan sejak episode awal, saya sudah merasa… ini bukan cerita ringan.

Yoo So Joon: Pria yang Tahu Masa Depannya Sendiri

Yoo So Joon bukan tokoh tipikal pahlawan romantis. Ia kaya, sukses, dan rasional. Tapi di balik semua itu, ia dihantui ketakutan besar.
Ia bisa melihat masa depan.
Dan masa depan itu tidak indah.

Ia melihat dirinya mati dalam sebuah kecelakaan. Ia melihat kehancuran yang tak bisa ia cegah. Dan dari situ, keputusan besar lahir: ia menikahi Ma Rin untuk mengubah takdir tersebut.

Pernikahan yang seharusnya lahir dari cinta, justru dimulai dari strategi bertahan hidup.
Dan di sinilah drama ini menjadi menarik.

Song Ma Rin: Perempuan yang Mencintai Tanpa Tahu

Ma Rin adalah kebalikan So Joon. Ia sederhana, hangat, dan tidak penuh perhitungan. Ia menerima So Joon apa adanya, tanpa tahu rahasia besar yang disembunyikan suaminya.

Yang membuat karakter Ma Rin kuat adalah caranya mencintai. Ia bukan perempuan pasif. Ia punya harga diri. Ia punya mimpi. Ia juga punya trauma masa kecil yang membentuk kepribadiannya.

Ketika ia perlahan menyadari ada sesuatu yang tidak beres dalam pernikahannya, ia tidak langsung runtuh. Ia bertanya. Ia menuntut kejujuran.

Dan di situlah hubungan mereka benar-benar diuji.

Pernikahan yang Tidak Sempurna
Salah satu kekuatan terbesar drama ini adalah penggambaran pernikahan yang realistis.

Tidak ada kisah cinta manis tanpa konflik.
Tidak ada hubungan yang berjalan mulus tanpa rahasia.

So Joon mencintai Ma Rin. Tapi cintanya tercampur rasa takut. Ia ingin melindungi, tapi dengan cara menyembunyikan kebenaran.

Ma Rin mencintai So Joon. Tapi ia juga ingin dipahami, bukan hanya dilindungi.

Drama ini perlahan menunjukkan bahwa cinta tanpa kejujuran akan retak, seberapa besar pun perasaan itu.

Time Travel sebagai Simbol Ketakutan

Konsep perjalanan waktu di drama ini terasa sederhana. So Joon hanya perlu masuk ke kereta bawah tanah tertentu untuk berpindah waktu.
Tidak rumit. Tidak berisik.
Tapi maknanya dalam.

Time travel di sini bukan sekadar alat plot. Ia adalah simbol keinginan manusia untuk mengontrol masa depan. Kita semua pernah berharap bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahan, atau melompat ke masa depan untuk memastikan semuanya baik-baik saja.

Tapi drama ini seperti berkata:
Semakin kamu tahu masa depan, semakin kamu takut menjalaninya.

Ketegangan Emosional yang Tidak Meledak, Tapi Mengendap

Drama ini bukan tipe yang penuh teriakan atau tangisan dramatis. Konfliknya lebih banyak terjadi dalam percakapan pelan, tatapan mata, dan keputusan kecil.

Ada momen ketika So Joon berdiri sendirian di peron, memikirkan apakah ia harus kembali ke masa depan untuk melihat nasibnya. Momen itu terasa sunyi… tapi berat.
Ada adegan ketika Ma Rin menyadari suaminya menyembunyikan sesuatu. Ia tidak berteriak. Ia hanya diam. Dan diam itu justru lebih menyakitkan.

Ritmenya lambat, tapi emosinya dalam.
Tema Besar: Takdir vs Pilihan

Sepanjang drama, pertanyaan besar terus muncul:
Apakah takdir bisa diubah?
Atau setiap usaha mengubahnya justru membawa kita ke arah yang sama?

So Joon mencoba berbagai cara. Ia mengubah keputusan. Ia menghindari situasi tertentu. Ia membuat rencana matang.
Tapi masa depan tetap seperti bayangan yang sulit dihindari.

Drama ini tidak memberikan jawaban hitam-putih. Ia justru mengajak penonton merenung: mungkin yang perlu diubah bukan takdirnya, tapi cara kita menjalaninya.

Chemistry yang Matang dan Dewasa
Lee Je Hoon dan Shin Min Ah menghadirkan chemistry yang terasa dewasa. Bukan romansa remaja penuh gejolak, tapi cinta pasangan yang belajar memahami satu sama lain.

Adegan-adegan kecil seperti makan bersama, bercanda ringan, atau saling menunggu di rumah terasa hangat dan nyata.
Ketika konflik datang, kita ikut merasa cemas. Karena hubungan mereka terasa hidup.

Kelemahan yang Terasa

Meski emosional, drama ini tidak selalu konsisten. Beberapa subplot bisnis dan konflik sampingan terasa kurang kuat. Ada bagian tengah yang sedikit melambat.

Bagi penonton yang menyukai thriller cepat, mungkin drama ini terasa terlalu tenang.
Tapi bagi yang menikmati drama karakter dan relasi, justru di situlah kekuatannya.

Cinta yang Tidak Butuh Mesin Waktu

Kesan nonton Tomorrow With You (2017) bagi saya adalah pengalaman yang lembut tapi membekas.

Drama ini tidak menawarkan akhir yang bombastis. Tidak ada twist besar yang mengejutkan.

Yang ada adalah kesadaran sederhana:
Kita tidak bisa mengontrol segalanya.
Kita tidak bisa memastikan masa depan selalu baik.

Tapi kita bisa memilih bagaimana mencintai hari ini.

Mungkin itulah pesan terindah dari drama ini.
Bahwa waktu bisa berubah. Takdir bisa bergeser.

Namun keberanian untuk mencintai — itu yang membuat hidup berarti. (edo)