Jambiwin.com, MERANGIN – Komitmen Bupati Merangin H.M. Syukur dalam memastikan tidak ada anak putus sekolah karena faktor ekonomi kembali dibuktikan.
Didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Merangin, Dr. Misrinadi, S.Pd., M.M., Bupati menyerahkan secara simbolis bantuan perlengkapan sekolah gratis di SMP Negeri 02 Merangin, Rabu (11/02/2026).
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi siswa kurang mampu, mulai dari jenjang SD hingga SMP. Total penerima mencapai 1.705 siswa, terdiri dari 1.200 siswa SD dan 505 siswa SMP.
Adapun perlengkapan yang diberikan berupa tas, sepatu, seragam, ikat pinggang dan kaos kaki.
Dalam sambutannya, Bupati H.M. Syukur menegaskan, pendidikan merupakan prioritas utama pemerintah daerah. Ia tidak ingin ada anak di Merangin yang kehilangan semangat belajar hanya karena keterbatasan ekonomi.
“Jangan sampai ada anak-anak kita yang minder atau tidak semangat sekolah karena kekurangan perlengkapan. Pemerintah hadir memastikan mereka bisa belajar dengan percaya diri tanpa dibeda-bedakan,” tegas Bupati.
Ia juga mengingatkan kepala sekolah agar benar-benar mendata siswa penerima secara akurat dan objektif.
“Saya tidak mau ada yang dapat karena faktor kedekatan. Jangan sampai yang benar-benar tidak mampu justru tidak menerima. Kepala sekolah harus jeli dan adil,” ujarnya.
Bupati bahkan menyarankan agar bantuan diantarkan langsung ke rumah siswa penerima sebagai bentuk perhatian moral kepada orang tua.
“Ini bukan soal pencitraan. Ini bentuk kepedulian kita dengan hati yang tulus. Pendidikan itu bukan hanya soal ilmu, tapi juga rasa,” katanya.
Meski anggaran 2026 terbatas, Bupati memastikan program bantuan tetap berjalan. Ia meminta Dinas Pendidikan melalui bidang sarana prasarana (Sapras) memastikan data penerima benar-benar valid dan tepat sasaran.
Sementara itu, Kepala Dikbud Merangin, Dr. Misrinadi menegaskan program ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari gerakan membangun pendidikan yang berkeadilan.
“Kami tidak ingin ada anak yang putus sekolah karena faktor ekonomi. Pendidikan adalah hak semua anak. Tugas kita memastikan hak itu terpenuhi,” tegasnya.
Ia juga meminta kepala sekolah dan guru aktif melaporkan jika masih ada siswa yang membutuhkan perhatian khusus.
“Kita ingin pelayanan pendidikan di Merangin ini gerak cepat, responsif, dan benar-benar menyentuh masyarakat,” pungkasnya.(Him)












