Duduk Bersinggung Lutut, Tumenggung Jon Sebut Bupati M. Syukur Rajo yang Bijak

Di bawah rindangnya pepohonan, tanpa sekat protokoler yang kaku, Bupati Merangin M. Syukur duduk beralaskan karpet dan terpal, bercengkerama akrab—duduk bersinggung lutut—bersama warga Suku Anak Dalam (SAD).
Di bawah rindangnya pepohonan, tanpa sekat protokoler yang kaku, Bupati Merangin M. Syukur duduk beralaskan karpet dan terpal, bercengkerama akrab—duduk bersinggung lutut—bersama warga Suku Anak Dalam (SAD).

Jambiwin.com, BANGKO – Suasana di Kawasan Dam Betuk, Desa Tambang Baru, Kecamatan Tabir Lintas, Selasa (27/1/2026) siang, terasa berbeda dari biasanya. Di bawah rindangnya pepohonan, tanpa sekat protokoler yang kaku, Bupati Merangin M. Syukur duduk beralaskan karpet dan terpal, bercengkerama akrab—duduk bersinggung lutut—bersama warga Suku Anak Dalam (SAD).

Momen hangat dan sederhana itu memantik haru sekaligus apresiasi mendalam dari Kepala SAD Desa Mentawak, Tumenggung Jon. Di hadapan perwakilan Kementerian Sosial RI serta jajaran Forkopimda, Tumenggung Jon menyebut M. Syukur sebagai sosok Rajo—pemimpin yang bijak dan dinilainya paling peduli terhadap nasib warga rimba.

Tumenggung Jon mengungkapkan, selama ini warga SAD sangat jarang mendapatkan perhatian langsung secara tatap muka dari pucuk pimpinan daerah.

“Jujur, selama ini pendidikan atau arahan seperti ini tidak pernah kami dapatkan dari Bupati sebelumnya. Baru Pak Syukur yang mau duduk langsung bersama kami seperti ini,” ujar Tumenggung Jon, disambut riuh tepuk tangan warga SAD.

Ia pun menegaskan komitmen seluruh warga SAD untuk mengikuti arah pembangunan yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Merangin.

“Kalau pemimpinnya bijak seperti Pak Syukur, kami siap mengikuti arahannya. Kami berterima kasih kepada para Rajo yang hadir hari ini,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam kunjungan kerja bersama Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKAT) Kementerian Sosial RI, Bupati M. Syukur menyampaikan tiga poin penting untuk masa depan warga SAD.

Pertama, Bupati secara tegas melarang warga SAD terlibat dalam aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang merusak lingkungan dan membahayakan keselamatan.

Kedua, di hadapan Direktur PKAT Kemensos RI, I Ketut Supena, serta 15 Tumenggung SAD, Bupati M. Syukur mengusulkan program pemberdayaan ekonomi warga SAD melalui budidaya keramba ikan di kawasan Dam Betuk.

Ketiga, Bupati meminta para Tumenggung mewajibkan setiap anak SAD untuk mengenyam pendidikan. Sebagai bentuk dukungan nyata, Bupati M. Syukur juga menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah kepada setiap anak SAD yang bersedia bersekolah.(Him)