Pertemuan Tertutup BKN dengan Panselda Dirumah Dinas Sekda, Dewan: Kalau Curang Dibatalkan

Anggota DPRD Merangin Nasihin.
Anggota DPRD Merangin Nasihin.

MERANGIN, JambiWin.Com – Anggota DPRD Merangin Nasihin minta kisruh PPPK Merangin agar dibuka dan diketahui publik.

Usai rekomendasi Komisi II yang meminta dibatalkan kelulusan PPPK Guru di Merangin yang terindikasi kecurangan, BKN hari ini hadir di Merangin.

Namun belum terkonfirmasi, apakah terkait kisruh PPPK Merangin, kehadiran Kepala BKN Regional VII Palembang itu.

Meski demikian, diketahui BKN malah melakukan pertemuan dengan Sekda, BPKSDMD dan para honorer lulusan PPPK yang terindikasi curang di Rumah Dinas.

“Buka terang benderang. Buka seterang-terangnya agar masyarakat juga tau. Mana yang hak, mana yang batil,” tegas Nasihin, Rabu (10/1/2024) sore di depan RSUD Kol Abundjani.

“Kalau memang itu curang, ya anulir,” tambahnya.

Dikatakannya, tidak semua harus dianulir. Cukup pada mereka yang terindikasi kecurangan.

“Bagi yang ketauan, ya sudah. Sesuai komitmen kami Komisi II, selesaikan itu. Bersihkan itu. Kasian honor-honor lain yang sudah mengabdi lama,” tegasnya.

Ketua DPC PKB Merangin itu menyayangkan, jika seleksi mengugurkan mereka yang sudah lama mengabdi.

“Banyak orang yang butuh pekerjaan untuk itu. Jangan yang bukan pada porsinya, dia malah mendapatkan yang bukan haknya,” katanya.

 

“Ada nuansa zolim. Kasian buat mereka,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, ada 10 nama yang terindikasi curang. Diantaranya, bukan honorer guru, ada operator sekolah dan tak pernah honor.

Terpantau seperti honorer Satpol-PP, Samsat, Dinas Sosial dan sebagainya.

Pantauan saat ini, pertemuan tertutup antara BKN Region VII Palembang dirumah dinas Sekda masih berlangsung hingga malam hari, namun beberapa peserta P3K yang terindikasi curang terlihat meninggalkan rumah dinas.

Saat media ini mengkonfirmasi Kepala BKN Region VII Palembang Margi Prayitno, Rabu (10/01/2024) sekitar Pukul 19:02 WIB, namun rombongan BKN langsung masuk ke kendaraan dinas dan terkesan mengindari wartawan dan meninggalkan rumah dinas Sekda.(do)